Tugas Kita Memimpin Umat dan Bangsa

Jakarta, Desember 2018. “ini kok ada cebongers masuk group ini. ini jelas kata-kata cebongers?” tulis seorang kader mengomentari postingan temannya di sebuah group WA IIBF.

“Cebong adanya di got, di sini semua isinya anak bangsa” tegas Presiden IIBF, Heppy Trenggono merespon cepat agar tidak bergerak liar. Selengkapnya arahan Presiden IIBF terlampir.

“Cebong adanya di got, disini semua isinya anak bangsa”.

“Saya berharap kader IIBF tidak bermain seperti orang lain, bangsa kita ini diadu domba oleh segelintir orang yang memainkan skenario pecah belah umat islam”.

“Semua adalah anak bangsa, kalau ada yang beda pilihan kita hargai, tapi boleh kita isolasi dulu biar tidak mengganggu apa yang kita perjuangkan, namun di atas semua itu mereka adalah Saudara”

“Jauh sebelum HTI dibubarkan, jauh sebelum Banser menghadang HTI dimana-mana. Ulama sudah diberitahu bahwa akan ada skenario yg mengangkat isu khilafah sebagai pintu masuk merangsek umat islam. Dari mana datangnya skenario tsb? Dari beberapa gelintir orang yang menginginkan kita pecah”.

“Maka tidak heran hari ini, semua yg ingin mereka habisi dilabelisasi dengan HTI/khilafah”.

“Semoga Allah kukuhkan jiwa kita dalam berjuang. Kalau ada yg beda pendapat kita klarifikasi, kalau memang beda secara prinsip kita isolasi saja dulu gpp, jangan dihakimi..tugas kita memimpin umat dan bangsa bukan memusuhi mereka”.

“Yang saya ingin sampaikan adalah “bahkan Banserpun adalah saudara kita, bukan musuh”.

ada musuh agama dan musuh negara yang sesungguhnya, mereka yg ingin menguasai negeri ini dengan cara yg bathil.

Sedangkan Indonesia hanya bisa dikuasai kalau umat islam bisa dipatahkan. Makanya kita diadu domba terus”.

“Fokuslah berjuang dengan konsep yang cerdas, yang islami, yang sesuai karakter luhur sebuah bangsa”.

“Saya tidak menyalahkan saudara saudara kita yang melakukan aksi balas membalas.

Kita juga membutuhkan kelompok bergaya keras, yang konfrontatif, atau yang diplomatis dengan gayanya sendiri”.

“Tetapi tetap harus ada yg berfikir dan bermain dalam konteks kebangsaan dan keumatan secara utuh, dalam ruang dan waktu yang lebih luas.

Saya tidak ingin IIBF terjebak mentalitasnya menjadi tim Sukses Orang, karena orang akan selalu menyisakan kekecewaan”.

“Kita harus menempatkan diri sebagai tim sukses umat dan bangsa. Umat yang utuh dan bangsa yang utuh”.

“Tetap kritis, tetap cerdas…

Kita persoalkan perbuatannya, jangan musuhi pribadinya.

Semoga Allah bimbing kita semua”. ANS

Leave a Reply