Membangun Bangsa Indonesia Dengan Membangun Agama

Jakarta, 20/03/2014.  Agama menjadi dasar kuat ketaatan seseorang untuk melakukan kebaikan dan hal-hal yang terpuji di dalam hidupnya.  Agama juga menjadi menjadi alat cegah dan tangkal yang paling efektif  seseorang melakukan keburukan dan hal-hal yang merusak lainnya.  Karena dalam ajaran agama, manusia itu adalah hamba yang keberadaannya hanya terjadi atas kehendak Satu Zat yang memiliki kekuasaan tanpa batas yang menjadi sumber dan asal seluruh alam semesta dan jagat raya.  Ketaatan untuk melakukan kebaikan dan menghindari keburukan berdasarkan pada perintah dan laranganNya yang diyakini sebagai Kebenaran Hakiki.

“Berusaha agar orang tidak korupsi, itulah membangun agama.  Berjuang agar rakyat memiliki kehidupan yang lebih baik, itu membangun agama.  Mendidik anak-anak kita untuk tidak mengkonsumsi narkoba, itu membangun agama,” kata Pemimpin Gerakan Beli Indonesia, Heppy Trenggono di depan peserta rapat kerja  Apernas (Asosiasi Pengembang Rumah Sehat Sederhana Nasional) di Jakarta, Kamis siang.  Heppy diundang khusus untuk menjelaskan tentang “character building”  di depan perwakilan Apernas dari seluruh Indonesia.  Indonesia, kata Heppy memiliki segalanya namun tidak membuat bangsa ini bangkit. “Karena ada satu hal yang tidak kita miliki, yakni karakter bangsa,”  ungkap Heppy.  Tidak memiliki karakter membuat sebuah bangsa tidak memiliki masa depan.

Bila seseorang melakukan sesuatu kebaikan atas dasar ingin mendapat imbalan atau pujian dari orang lain, maka dia hanya akan  mengerjakannya  jika ada orang yang melihat.  Sama ketika seseorang tidak mau melakukan keburukan karena takut ada polisi atau satpam  maka ketika dia sendiri perbuatan buruk itu akan dikerjakan karena tidak ada yang mengawasi.   Tetapi akan beda jika perbuatan baik dan buruk dikerjakan dan dihindari atas dasar keyakinan  pada Zat  yang menguasai seluruh alam semesta ini, akan membuat orang yang bersangkutan melakukan dengan terus menerus karena telah menjadi karakternya.  Dia meyakini apapun yang dikerjakannya selalu terpantau dan  akan diberi imbalan  sesuai dengan pekerjaannya.

“Membangun bangsa dan membangun agama adalah keniscyaan,” tegas Heppy.  Tidak akan bisa tegak sebuah bangsa jika agamanya tidak dibangun.  Dan  bangsapun akan runtuh jika agama diruntuhkan. “Korupsi itu meruntuhkan agama.  Melegalkan  prostitusi itu juga meruntuhkan agama.  Membagi-bagikan kondom kepada para remaja itulah meruntuhkan agama,” Heppy memberi contoh.  Bagaimana bangsa akan kokoh berdiri jika nilai-nilai kebaikan itu tidak pernah ada dalam kehidupan bangsa itu.  Nilai-nilai kebaikan dan kebenaran itu terformulasi dengan baik dalam ajaran-ajaran agama.   Membangun agama itu artinya juga membangun bangsa.

Dari mana kita bisa mengajarkan anak-anak kita tentang kebaikan, kebenaran dan keadilan  jika tidak bersumber dari ajaran agama.   Ajaran  filsafat mana yang pernah disusun manusia  untuk mengatur perilaku manusia selengkap ajaran agama . “Tidak ada,” tegas Heppy.  Maka agama itu harus dibangun.  Dan cara membangun agama itu dengan menjadikan ajaran agama itu hidup dalam setiap diri anak bangsa.  Jika semua orang hidup dengan ajaran  agama maka perilaku kita sebagai sebuah bangsa adalah perilaku  yang memiliki dimensi kebenaran, kebaikan dan keadilan.  Jika itu terjadi maka kita telah menjadi bangsa yang memiliki karakter unggul.  Hanya bangsa yang berkarakter yang akan memiliki masa depan yang akan membangun peradaban. (2as)

Leave a Reply