Komitmen Beli Sragen untuk entaskan masyarakat dari kemiskinan

Sragen – Lebih dari 500 pengusaha dan pemuda lintas organisasi seperti KNPI, HIPMI, Kadin, juga IIBF  pada kamis malam (4/10) memadati pendopo Kabupaten Sragen. Tidak kurang 50 stand disiapkan panitia untuk memajang produk-produk milik pengusaha lokal disana. Acara bertajuk “saatnya kita bangkit” itu adalah rangkaian pengukuhan pengusaha baru dari program sekolah bisnis sragen sekaligus pembukaan program baru. Dodok Sartono inisiator program ini mengatakan bahwa peminatnya sangat banyak, ”setahun kami adakan 2 kali, rata-rata lebih dari 500 calon pengusaha yang mendaftar, setelah proses seleksi yang diterima cuma 50 orang”. Dodok menambahkan selain harus mengikuti semua rangkaian program, untuk dinyatakan lulus program tersebut peserta harus mampu menghasilkan sales minimal 50 juta perbulan dari usaha yang dirintisnya.

Bupati Sragen dr. Hj. Kusnidar Untung Yuni Sukowati memberikan perhatian khusus pada program tersebut. “Saya sangat senang dan mengapresiasi program ini. Tadi saya mendengar bahkan ada yang sudah memiliki karyawan hingga 20 orang. Hadir disini bersama kita beberapa kepala dinas, ada dinas perizinan, tenaga kerja, termasuk perdagangan. Saya minta agar para dinas terkait dapat membantu menfasilitasi program ini agar selaras dengan program pengentasan kemiskinan di kabupaten” ungkap Bupati Sragen dalam sambutannya.

Yuni menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan, dimana jumlah penduduk miskin Sragen berada diatas ambang  batas nasional memang menjadi komitmen kepemimpinannya beserta seganap jajaran. “secara nasional penduduk miskin 11 persen dan disini masih 13 persen.”.

Namun hal itu harus didukung dengan komitmen kita bersama tambah yuni. “saya sudah kumpulkan pemilik jaringan minimarket agar mau menampung produk-produk asli sragen. Kalau tidak tidak usah diperpanjang. Itu arahan saya pada dinas. Kalau mall sikap saya jelas, tidak”. Selanjutnya masyarakat juga harus mau membela.

“kami ingin mendengar lebih jauh tentang bela dan beli Indonesia yang banyak diceritakan anak-anak ini. Disatu kabupaten katanya bisa menurunkan kemiskinan hingga 8 persen. Bagaimana caranya? Memangkas kemiskinan adalah komitmen pemerintahan disini” pungkas Yuni mengakhir sambutan.

Ir. Heppy Trenggono, Pemimpin gerakan beli Indonesia yang diminta memberikan kuliah umum “saatnya kita bangkit” pun ikut memberikan apresiasi atas keberhasilan program pengembangan usaha di sragen, terlebih lagi memiliki seorang pemimpin yang memahami apa yang harus dilakukan dan apa yang perlu di bela.

“Sangat sedikit bupati atau walikota yang memahami hal seperti ini. Bahaya nya minimarket berjaringan. Hingga radius 3 km dari lokasi minimarket warung-warung rakyat gulung tikar”

Heppy menyaratkan dua hal harus dibasmi untuk mesukseskan program entrepreneurship dimana ujungnya adalah pemberantasan kemiskinan. “ ada persoalan cultural dan juga struktural. Keduanya harus dibabat habis agar kemiskinan bisa segera diatasi”.

1
2

Posted in Berita Utama.

Leave a Reply