Hasto, Inspirator Indonesia

Jakarta, 16 Mei 2018. Prestasi di tengah hiruk pikuk korupsi para pejabat dan kepala daerah, di tengah ekonomi kerakyatan yang terus berguguran, Hasto Wardoyo, Bupati Kulonprogo diundang menjadi pembicara oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) atas keberhasilannya dalam mengangkat ekonomi daerah yang dipimpinnya dalam acara International Council for Small Business (ICSB) 10 – 12 Mei 2018 di Markas Besar PPB di New York. Bupati Hasto pun dinobatkan sebagai Special Member of ICSB esok harinya (13/8) di tempat yang sama.

Niat luhur, perjuangan yang tulus Bupati Indonesia Terbaik versi Jawa Pos Award 2016 ini untuk mengikis jurang ketimpangan dengan membangun kemandirian ekonomi daerahnya kini mulai membuahkan hasil. Melalui gerakan Bela Kulonprogo yang digulirkan pada 25 maret 2013 yang lalu persoalan kemiskinan menemukan titik terang. Hanya berselang 3 tahun sejak digulirkannya gerakan Bela Kulonprogo, kemiskinan berhasil digerus hingga 8 persen, ekonomi rakyat bertumbuh di mana-mana dan paling penting juga terjadi pemerataan ekonomi.

“Merebut pasar untuk ekonomi bangsa sendiri” itulah spiritnya. Kuncinya adalah keinginan kuat untuk membeli dan menggunakan produk-produk saudara sendiri guna pemenuhan kebutuhan keseharian. Semangat gotong royong untuk saling tolong-menolong antar sesama juga menjadi bagian yang tak terpisahkan. Maka tidak heran lebih dari 3.500 rumah tidak layak huni telah dibedah atas swadaya masyarakat.

Meski bagi sebagian orang, kulonprogo termasuk asing didengar. Tidak banyak yang mengenal daerah di Provinsi DI Yogyakarta itu. Disanalah program mengangkat produk lokal untuk kemandirian ekonomi sukses dijalankan. Bela Kulonprogo menjelma menjadi model pembangun karakter bangsa.

Banyak kabupaten/kota yang datang, kampus yang menjadikan gerakan ini sebagai objek penelitian ekonomi kerakyatan, bahkan para gubernur bergiliran mengundang guna mengeksplor dan menduplikasi kesuksesan program pengentasan kemiskinan dengan menciptakan kemandirian ekonomi ala Bela kulonprogo termasuk memberikan pencerahan di Lemhanas.

Sejak awal Bupati Hasto memang menyakini hanya melalui gerakan ideologis lah kemiskinan bisa direduksi dan kesejahteraan bisa digapai. Maka membela produk saudara sendiri menjadi ideologi dalam membangun ekonomi daerahnya. Peraih Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama dari Presiden Republik Indonesia mengaku bahwa pemahaman ini berkat inspirasi dari gerakan Beli Indonesia yang selama ini turut memberikan support pada Bela dan Beli Kulonprogo.

“Sekarang ini Beli Indonesia sudah ada contohnya yaitu di Kulonprogo. Inilah portofolio sukses Beli Indonesia”. Hasto pun berharap gerakan Beli Indonesia bisa menjadi gerakan nasional.

Tentu tanpa nilai dan keyakinan yang diperjuangan, sikap yang jelas dalam pembelaan maka ekonomi akan sulit dibangun. Apakah ekonomi anak bangsa sendiri atau ekonomi bangsa lain. Membela petani bangsa sendiri atau petani bangsa lain. Tanpa ideology membuat berbagai teori dan strategi jadi tidak berjalan dengan baik dan pemimpin memagang peran penting bagi hidupnya sebuah ideology.

Ekonomi harus dibangun dengan ideology.  ANS

Leave a Reply