Akses Modal Tanpa Batas

Jakarta – Ibarat ingin membuat opor ayam yang penuh cita rasa, setelah semua bumbu dan bahan dalam resep tersedia masih diperlukan api untuk memasaknya, tentu agar masakannya matang. Terlalu kecil api lama matangnya atau bahkan bisa jadi api keburu padam padahal makanan belum matang, jika terlalu besar masakan akan gosong. Meski api tidak pernah masuk dalam resep namun keberadaannya akan menentukan matang tidaknya sebuah masakan. Demikian pula modal dalam sebuah bisnis layaknya api dalam memasak, tidak masuk dalam resep namun tetap diperlukan. Pandai-pandailah melihat hal itu.

Nah, salah satu tantangan yang dihadapi oleh Pengusaha dalam membangun bisnis adalah menyediakan modal yang cukup. Modal dibutuhkan bukan saja pada tahap awal, tetapi juga pada tahap tahap berikutnya, bahkan ketika perusahaan bertumbuh atau ketika perusahaan ingin melakukan ekspansi dan lompatan lompatan.

Setiap Pengusaha perlu mengetahui dan melihat dengan cermat setiap peluang yang ada dalam hal akses permodalan.

Oleh karenanya satu hari dalam rangkaian Silatnas 2018, akan ada pembahasan dengan fokus permodalan, dengan mengetengahkan tema “Akses Modal Tanpa Batas“.

Dari rangkaian sesi tersebut peserta akan diajak untuk melihat lebih dalam berbagai strategi dan sumber permodalaan yang bisa diakses, mulai dari cara bagaimana mendapatkan modal awal untuk memulai usaha hingga mempelajari berbagai studi kasus seperti Go-Jek dan perusahaan lain yang berhasil melakukan fund raising hingga dalam skala besar.

IIBF akan menghadirkan beberapa nara sumber yang berpengalaman dan telah banyak menginvestasikan dananya di Perusahaan – Perusahaan di Indonesia.

Pengusaha Indonesia perlu terus menerus membuka wawasan, mengembangkan jaringan, dan membangun daya saing agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

IIBF Fintech

Bagi Indonesia, 2018 merupakan tahun FinTech, dimana pemain pemain baru dalam industri financial technology masih terus bermunculan, yang terutama diramaikan oleh derasnya pemain asing yang semakin mewarnai industri keuangan di Indonesia.

Dalam usia yang ke-9, IIBF mengambil momentum untuk hadir semakin kokoh dalam mendukung pertumbuhan pengusaha – pengusaha Indonesia melalui penyediaan layanan e-money dan peer to peer lending, yaitu untuk kebutuhan pengelolaan dan transaksi keuangan serta untuk menyediaan alternatif permodalan para pengusaha UMKM di Indonesia.

Pada rangkaian Silatnas Ke-9, 28-30 September 2018 di Monumen Yogyakarta Kembali, IIBF akan meresmikan pendirian Perusahaan Fintech dengan merk Smart Banc. Perusahaan Fintech ini direncakanan Go Public pada 5 tahun ke depan.

Leave a Reply